IMG-20260810-WA0341

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperketat pengawasan titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui posko pemantauan khusus yang ditempatkan di Istana Isen Mulang. Langkah ini dilakukan agar pemantauan kondisi lapangan dapat dilakukan secara real-time dan responsif.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengungkapkan bahwa posko pemantauan tersebut didirikan atas perhatian langsung Gubernur Kalteng untuk memastikan penanganan Karhutla dapat dipantau dari detik ke detik.

“Pak Gubernur bisa memantau perkembangan detik demi detik, menit demi menit dari posko ini. Dengan pemantauan langsung, beliau dapat memberikan arahan dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai dinamika serta tingkat keparahan di lapangan,” ujar Agustan saat ditemui wartawan di Posko Pemantau Istana Isen Mulang, Senin (10/8/2026).

Akses Pemantauan Langsung dan Komunikasi Real-Time

Posko yang telah beroperasi selama kurang lebih dua minggu tersebut terhubung langsung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) serta berbagai titik pantau di seluruh Kalimantan Tengah. Terdapat 32 titik pemantauan live yang disebar di daerah-daerah rawan karhutla maupun lokasi yang memiliki akses komunikasi yang baik.

Melalui sistem patroli live ini, Gubernur dan tim pemantau dapat berkomunikasi secara langsung dengan petugas yang berada di lapangan.

“Beliau bisa melihat langsung situasi, berinteraksi dengan personel di lapangan, lalu menentukan apakah perlu ada penambahan tim atau penyesuaian strategi. Mana wilayah yang cukup ditangani tim yang ada, dan mana yang membutuhkan perkuatan,” jelasnya.

Saat ini, wilayah Pulang Pisau khususnya area Tumbang Nusa masih menjadi salah satu titik fokus perhatian karena merupakan area gambut dengan titik panas (hotspot) yang cenderung meluas.

Kerja Sama Tim dan Keselamatan Personel
Agustan menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menanggulangi karhutla di Kalteng. Menurutnya, penanganan bencana kebakaran lahan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegas Agustan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keselamatan para petugas di lapangan. Agustan menceritakan sempat ada insiden di mana personel lapangan terkepung kobaran api akibat tingginya semangat saat pemadaman.

“Petugas sempat harus dirawat di rumah sakit, namun beruntung setelah dua hari masa pemulihan, mereka sudah bisa kembali bertugas di lapangan,” tambahnya.

Langkah Strategis: Kanalisasi, Sumur Bor, hingga Operasi Modifikasi Cuaca
Selain pengawasan, Pemprov Kalteng melakukan serangkaian tindakan taktis di wilayah terdampak, antara lain:

  • Skat Bakar dan Pembersihan Kanal: Memperbaiki dan membersihkan sepanjang lebih dari 6 kilometer saluran kanal untuk dijadikan sekat guna mencegah penjalaran api di lahan gambut.
  • Pembuatan Sumur Bor: Membangun sumur bor di 6 titik strategis yang kini seluruhnya sudah dapat beroperasi untuk menyuplai air pemadaman.
  • Dukungan Satuan Udara: Mengerahkan 3 unit helikopter water bombing dan 1 unit helikopter patroli bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Menyiapkan pelaksanaan OMC bekerja sama dengan BNPB, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan potensi dan sebaran awan hujan di wilayah Kalteng.

Melalui pengawasan melekat dan penguatan strategi di lapangan ini, Pemprov Kalteng berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, bermartabat, dan bebas dari asap. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *