JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6/2026) sore di Istana Merdeka, Jakarta. Pelantikan tersebut menjadi awal kepemimpinan baru di lembaga yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui berbagai program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal dengan nama Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia merupakan lulusan Program Studi Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan melanjutkan pendidikan Magister Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebelum berkiprah di pemerintahan, Nanik dikenal sebagai seorang jurnalis yang memulai karier di Tabloid Bangkit. Ia kemudian berpengalaman di sejumlah media nasional, seperti Realita, Indonesia Business Today, dan Majalah Ekonomi Prospektif, hingga dipercaya memimpin Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di bidang komunikasi dan media menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya di sektor publik.
Dalam dunia pemerintahan dan kebijakan publik, Nanik pernah menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan pengalaman tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Badan Gizi Nasional.
Sebagai Kepala BGN, Nanik akan memimpin pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah di bidang gizi, termasuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, serta mempercepat upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Latar belakang sebagai jurnalis, praktisi komunikasi, dan pejabat pemerintahan diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih efektif dalam membangun kolaborasi lintas sektor sekaligus memastikan program-program gizi nasional berjalan tepat sasaran.
Pelantikan yang berlangsung di Istana Merdeka tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kepemimpinan lembaga strategis guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(Red)