409baf78-eab0-4dc4-a4d8-93bc43703bb1-1030x686

Palangka Raya – Upaya mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi terus digencarkan di Kota Cantik Palangka Raya. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya bersama Bank Sampah Jekan Mandiri menggelar program Bank Sampah Jekan Mandiri Keliling (BASMI) di halaman Kelurahan Bukit Tunggal, Jumat (30/1/2026).

Melalui program ini, warga tidak hanya diajak memilah sampah dari rumah, tetapi juga diberikan manfaat langsung. Sampah anorganik yang dikumpulkan dapat ditukar dengan sembako, disimpan sebagai saldo rupiah, bahkan ditabung dalam bentuk emas.

Direktur Bank Sampah Jekan Mandiri, Maria Edi Jati Wirawati, mengatakan bahwa BASMI merupakan terobosan untuk mendekatkan layanan bank sampah kepada masyarakat. Jika sebelumnya warga harus datang ke outlet, kini petugas justru hadir langsung di titik-titik strategis yang mudah dijangkau.

“Kami mendatangi kantor kelurahan, posyandu, dan fasilitas publik lainnya. Harapannya, masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dari rumah dan menjadikannya sebagai tabungan,” ujar Maria.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai jenis sampah anorganik diterima, mulai dari botol plastik, kardus, kertas, kaleng, logam, botol kaca, hingga minyak goreng bekas. Seluruh sampah ditimbang dan dinilai sesuai jenisnya, sebelum dikonversikan menjadi kebutuhan pokok atau tabungan.

Maria menjelaskan, program bank sampah keliling ini lahir dari keprihatinan atas terus meningkatnya volume sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang akan dibuang ke TPA.

“Ketika masyarakat mulai sadar memilah sampah, dampaknya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga manfaat ekonomi yang bisa dirasakan secara langsung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *