PALANGKA RAYA – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disebut bertugas di Kabupaten Murung Raya menjadi sorotan publik setelah diduga mengunggah komentar bernada merendahkan terhadap tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas.
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar di media sosial dan diterima sejumlah media pada Senin (6/7/2026), akun yang diduga milik oknum ASN bernama Reksy Naoy menuliskan komentar pada unggahan foto tiga anggota Polri yang gugur dalam operasi penegakan hukum di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
Dalam tangkapan layar tersebut, akun itu diduga menuliskan kalimat “Makanya Jangan Coba2” disertai emoji senyum. Pada komentar lain, akun yang sama juga diduga menyampaikan pernyataan yang dinilai merendahkan para korban.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warganet mengecam komentar tersebut karena dianggap tidak menunjukkan empati terhadap aparat yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Akun media sosial yang diduga milik oknum tersebut juga menjadi sasaran kritik. Warganet memenuhi kolom komentar dengan berbagai respons yang meminta adanya klarifikasi maupun pertanggungjawaban atas pernyataan yang beredar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya maupun instansi tempat yang bersangkutan bertugas terkait status kepegawaian maupun dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan.
Apabila benar merupakan ASN, tindakan tersebut berpotensi menjadi perhatian karena aparatur sipil negara diwajibkan menjaga etika, integritas, serta perilaku yang tidak merusak citra pelayanan publik, baik di ruang kerja maupun di media sosial.
Sementara itu, belum diperoleh informasi apakah akun yang dimaksud benar dimiliki oleh oknum ASN tersebut atau apakah yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi terkait komentar yang beredar. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.(Red)