IMG-20260331-WA0046

PALANGKA RAYA-Stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya penyandang skizofrenia, masih kerap ditemukan di tengah masyarakat.

Padahal, berdasarkan berbagai penelitian, sebagian besar penyandang skizofrenia tidak melakukan tindakan kekerasan dan dapat menjalani kehidupan secara produktif apabila mendapatkan pengobatan yang tepat dan berkelanjutan.

Kepala Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Kalimantan Tengah, dr. Seniriaty, menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami fakta ilmiah mengenai skizofrenia agar tidak muncul kesalahpahaman maupun diskriminasi terhadap penyandang gangguan jiwa.

“Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa perilaku kekerasan lebih banyak dilakukan oleh orang yang tidak mengalami skizofrenia. Sementara itu, mayoritas penyandang skizofrenia tidak memiliki kecenderungan melakukan tindakan kekerasan,” ucapnya Senin (8/6/2026)

Selain itu yang perlu menjadi perhatian adalah ketika penderita skizofrenia tidak mendapatkan pengobatan secara teratur. Karena itu, dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat penting agar mereka dapat menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

“Dengan penanganan yang tepat dan rutin, penyandang skizofrenia dapat mencapai kondisi yang stabil, sehat, serta mampu berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui kolaborasi antara RSJ Kalawa Atei dan Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan jiwa sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap penyandang disabilitas mental.

“Mari bersama-sama mendukung saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa dengan memberikan akses pengobatan dan pendampingan yang baik. Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab bersama,”ungkapnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *