Palangka Raya – Sebuah video ulasan makanan yang diunggah seorang influencer asal Palangka Raya berinisial ZZ menjadi perbincangan di media sosial. Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan ZZ memberikan penilaian terhadap salah satu produk makanan dari sebuah brand yang berasal dari Jakarta.
Dalam video itu, ZZ mengaku menemukan cita rasa makanan yang menurutnya sudah tidak layak dikonsumsi karena terasa basi dan asam. Ia juga menyampaikan dugaan bahwa makanan tersebut diolah dengan cara dibekukan terlebih dahulu sebelum dipanaskan kembali menggunakan oven.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian mendukung hak konsumen untuk memberikan ulasan, sementara yang lain mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik secara objektif dan berdasarkan fakta.
Tak lama setelah video itu viral, pemilik usaha yang berinisial CC memberikan tanggapan melalui media sosial. Ia membantah anggapan bahwa produknya dalam kondisi basi dan menilai pernyataan tersebut dapat merugikan usahanya.
“Jangan suka menjatuhkan orang dan jangan mencari sensasi dengan menjelekkan usaha orang,” ungkap CC dalam video klarifikasi nya.
CC menjelaskan bahwa rasa asam yang muncul pada produknya bukan berasal dari makanan yang rusak, melainkan dari penggunaan air lontar sebagai salah satu bahan campuran yang memang memiliki karakter rasa sedikit asam.
“Kalau terasa asam karena ada campuran air lontar yang memang agak asam, berarti mungkin rasanya memang tidak cocok di lidah kamu,” lanjutnya.
Perdebatan tersebut kini menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi mengenai batas antara ulasan konsumen, kritik terhadap produk, serta dampaknya terhadap reputasi pelaku usaha.
Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai adanya langkah hukum atau mediasi dari kedua belah pihak, sementara video dan tanggapan tersebut masih ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.