ChatGPT Image Jul 6, 2026, 08_49_56 PM

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen dalam memerangi peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi keamanan daerah dan masa depan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan menyusul gugurnya Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra saat menjalankan tugas pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan almarhum serta dua anggota kepolisian lainnya, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, yang saat itu masih dalam proses pencarian.

Agustiar menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan menilai pengorbanan aparat kepolisian menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba memerlukan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat luas menjadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Gubernur juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat memperkuat upaya mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Agustiar turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia mengucapkan terima kasih atas pengabdian seluruh personel Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Kapolda, tantangan keamanan yang terus berkembang menuntut Polri bergerak secara dinamis, adaptif, dan responsif terhadap situasi di tengah masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara, kata dia, menjadi sarana untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri yang presisi.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran kepolisian agar meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa terciptanya situasi keamanan yang kondusif hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dan gotong royong seluruh pihak, termasuk dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *