PALANGKA RAYA – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Manyar VIII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Senin (6/7/2026) siang. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga sekitar panik dan berupaya menyelamatkan diri serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Salah seorang saksi mata, Ahmad Muhajir (37), mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat dirinya sedang beristirahat di rumah. Ia mendapat informasi dari adiknya yang hendak berangkat mengajar mengaji bahwa rumah di seberang tempat tinggal mereka mengeluarkan api.
Saat keluar rumah, Muhajir melihat kobaran api masih berukuran kecil di bagian kanan atas bangunan. Namun, dalam waktu singkat api membesar dan menjalar ke hampir seluruh bagian atap rumah.
Menurutnya, titik api diduga muncul dari loteng bagian depan yang selama ini digunakan sebagai tempat menjemur pakaian. Di lokasi tersebut terdapat tumpukan pakaian bekas dan sejumlah barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat merambat.
Melihat kondisi semakin memburuk, Muhajir segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kurang dari sepuluh menit kemudian armada pemadam tiba di lokasi. Meski demikian, api saat itu telah membakar sebagian besar bangunan hingga menyebabkan plafon rumah ambruk.
Muhajir juga mengaku sempat diminta anak pemilik rumah untuk mengambil telepon genggam yang masih berada di dalam bangunan. Namun, ia memilih tidak memasuki rumah karena kobaran api terus membesar dan dinilai membahayakan keselamatan.
Sementara itu, Pembina BPK Kamboja, Sucipto, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.55 WIB. Saat kejadian, anak pemilik rumah yang berada seorang diri di dalam rumah menyadari adanya kebakaran setelah mendengar suara benda jatuh dari bagian loteng.
Hasil pemeriksaan awal di lapangan mengarah pada dugaan bahwa api berasal dari loteng depan yang dijadikan tempat menjemur pakaian. Banyaknya pakaian kering di lokasi tersebut diduga mempercepat penyebaran api ke bagian atap sebelum akhirnya menjalar ke seluruh bangunan.
Sucipto menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim Inafis Kepolisian.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah, Syamsul Huda (47), bersama istrinya sedang bekerja di luar rumah. Anak mereka yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Kebakaran menghanguskan satu unit rumah, sementara beberapa bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan ringan akibat rembetan panas dan kobaran api. Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena bangunan beserta sebagian besar harta benda di dalam rumah tidak sempat diselamatkan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.