KATINGAN – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengajak Pemerintah Kabupaten Katingan untuk terus mengoptimalkan potensi daerah sebagai motor penggerak pembangunan, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara ramah tamah usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan, Senin (20/7/2026).
Dalam sambutannya, Edy menilai Katingan memiliki berbagai potensi unggulan yang telah dikenal luas, salah satunya durian. Menurutnya, nama besar durian Katingan telah menjadi identitas daerah yang mampu memberikan nilai tambah, bahkan ketika buah yang dipasarkan tidak seluruhnya berasal dari wilayah tersebut.
“Durian Katingan sudah memiliki branding yang kuat. Itu menunjukkan nama Kabupaten Katingan telah dikenal dan menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Edy menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan serta menetapkan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia berharap alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada 2027 dapat meningkat sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Sementara itu, Bupati Katingan Saiful menyampaikan bahwa pada usia ke-24 tahun, Kabupaten Katingan terus berkomitmen mempercepat pembangunan menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran dan kualitas sumber daya manusia. Namun, hal tersebut tidak mengurangi optimisme pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kapasitas pembangunan.
“Kami bertekad bersama seluruh masyarakat untuk terus membangun Kabupaten Katingan agar semakin maju dan mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar terhadap pembangunan Kalimantan Tengah,” tegas Saiful.
Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai kekuatan utama daerah.(Red)