SaveInta.com_681459281_18423855448193758_4038664095246709510_n

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di tingkat kabupaten dan kota. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Tahapan Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (27/4/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, S.E., didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Sunarto, S.K.M., M.Adm.KP. Penilaian tersebut turut melibatkan tim pembahas sekaligus Tim Penilai Kinerja Stunting Provinsi Kalimantan Tengah yang berasal dari berbagai perangkat daerah dan instansi terkait.

Forum ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi terhadap pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di seluruh kabupaten dan kota. Penilaian dilakukan untuk mengukur efektivitas program, mengidentifikasi tantangan di lapangan, sekaligus merumuskan rekomendasi perbaikan agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran.

Dalam arahannya, Syahfiri menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Penilaian kinerja ini bukan sekadar mengukur capaian, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting. Yang terpenting adalah bagaimana hasil evaluasi ini menjadi dasar perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program di daerah,” ujar Syahfiri.

Ia menambahkan, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga dukungan masyarakat.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, perencanaan yang berbasis data, serta komitmen seluruh kabupaten dan kota agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dalam proses penilaian diharapkan semakin memperkuat sinergi pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Melalui tahapan penilaian ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap setiap daerah memperoleh masukan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi terhadap terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *