Tasikmalaya – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat resmi melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional III Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui kolaborasi pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara.
Universitas Siliwangi (Unsil) ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan KKN Internasional III BKS PTN Barat 2026 dengan dukungan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai co-host. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Barat bersama mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Tanzania, India, dan Yaman.
Selama pelaksanaan program, para peserta akan menjalankan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, termasuk sektor pariwisata berbasis lingkungan (eco-tourism), pendidikan, budaya, pertanian, kelautan, serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua BKS PTN Barat yang juga Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng., mengatakan penyelenggaraan KKN Internasional merupakan wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra internasional dalam mendorong pendidikan tinggi yang semakin terbuka dan berdaya saing global.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Siliwangi sebagai tuan rumah, ISBI Bandung sebagai co-host, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, seluruh perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat, dosen pembimbing lapangan, panitia, serta para mitra internasional yang mendukung terlaksananya program tersebut.
Menurut Prof. Salampak, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara memperluas ruang kolaborasi akademik sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan budaya melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat.
“Pelaksanaan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan upaya menyiapkan generasi muda yang mampu belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu pengetahuan, membangun jejaring lintas budaya, serta membawa nama baik perguruan tinggi dan bangsa di tingkat global. KKN Internasional juga merupakan bagian dari diplomasi akademik Indonesia,” ujar Prof. Salampak.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kampus tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga dituntut menghasilkan manfaat nyata melalui pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Prof. Salampak juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan KKN Internasional sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa diminta membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, dan menghadirkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus menjadi kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, serta membangun kepemimpinan, empati, integritas, dan kepedulian sosial,” katanya.
Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki potensi yang beragam, mulai dari sektor budaya, pendidikan, pertanian, kelautan hingga pariwisata. Potensi tersebut diharapkan menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui KKN Internasional III Tahun 2026, BKS PTN Barat menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi dan negara sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi yang berdampak. Program ini juga diharapkan memperkuat diplomasi akademik Indonesia sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.