PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan, menilai kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi pola hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Menurut Tomy, kader Posyandu selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai belum sebanding dengan insentif yang diterima para kader.
“Banyak aspirasi yang kami terima, tapi yang paling sering muncul adalah soal kader Posyandu. Mereka bekerja keras membantu masyarakat, namun insentif yang diterima sangat kecil,” ujarnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau itu mengatakan, peningkatan kesejahteraan kader Posyandu perlu menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Ia menilai keberadaan kader Posyandu memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program kesehatan, mulai dari pelayanan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pencegahan stunting, hingga pendampingan kelompok lanjut usia (lansia).
Karena itu, Tomy mengaku telah mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk mempertimbangkan pemberian subsidi atau dukungan tambahan bagi kader Posyandu. Usulan serupa juga telah disampaikannya kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas.
“Kami akan mendorong Dinas Kesehatan Provinsi untuk mempertimbangkan subsidi atau dukungan tambahan bagi kader Posyandu di kelurahan. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Bupati Kapuas dan mendapat tanggapan positif,” katanya.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng itu berharap perhatian terhadap kesejahteraan kader Posyandu dapat meningkatkan motivasi para kader dalam menjalankan tugas sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Menurutnya, kader Posyandu selama ini bekerja dengan semangat pengabdian dan kepedulian sosial sehingga layak memperoleh apresiasi yang lebih baik dari pemerintah.
“Para kader ini bekerja bukan untuk mencari keuntungan, tetapi karena kepedulian terhadap masyarakat. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan insentif yang layak. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kader Posyandu yang dibayar rendah. Mereka adalah ujung tombak kesehatan masyarakat yang patut mendapat penghargaan dari pemerintah,” tegasnya.
Tomy berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota dapat terus memperkuat dukungan terhadap kader Posyandu melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan mereka. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.