WhatsApp Image 2026-08-05 at 19.57.02

KOTAWARINGIN BARAT – Tim gabungan yang terdiri dari Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) KPHP Kotawaringin Barat, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan/Desa Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan informasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, pemadaman dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat mengenai munculnya titik api di kawasan tersebut. Operasi pemadaman berlangsung mulai pukul 13.50 WIB hingga 18.00 WIB.

Lokasi kebakaran berada di Areal Penggunaan Lain (APL) dengan kondisi vegetasi berupa semak belukar dan kebun masyarakat di atas lahan gambut. Karakteristik tanah gambut menyebabkan api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi juga menjalar hingga ke bawah permukaan sehingga memerlukan penanganan secara intensif.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain satu unit truk pemadam milik KPHP Kotawaringin Barat, lima unit truk water supply BPBD, satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres, mesin pompa Honda WL, selang pemadam, nozel, GPS, handy talky (HT), serta peralatan pendukung lainnya.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Hingga laporan ini disusun, sekitar satu hektare lahan telah berhasil dipadamkan, sementara proses pemadaman masih terus dilakukan karena masih terdapat sejumlah titik api yang memerlukan penanganan lanjutan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, mengapresiasi kerja sama seluruh personel yang terlibat dalam upaya pengendalian karhutla tersebut.

“Kecepatan respons terhadap setiap laporan masyarakat merupakan kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang terus berjibaku di lapangan. Pengendalian Karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan dan kepedulian masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla, khususnya pada musim kemarau. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *