PALANGKA RAYA – Pemerataan akses teknologi informasi di Kalimantan Tengah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, menegaskan transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di kawasan perkotaan, sementara warga di wilayah pedalaman masih menghadapi keterbatasan jaringan dan layanan berbasis teknologi.
Menurutnya, perkembangan digital telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, seluruh masyarakat, termasuk yang berada di desa-desa terpencil, perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.
“Transformasi digital harus berjalan secara merata. Jangan sampai hanya masyarakat di perkotaan yang menikmati kemajuan teknologi, sementara wilayah terpencil tertinggal dalam akses dan pemanfaatannya,” ujar Asdy, Selasa (16/6).
Politikus Partai NasDem tersebut menilai keberadaan infrastruktur digital yang memadai mampu mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga pengembangan usaha berbasis teknologi. Akses internet yang baik dinilai dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing ekonomi.
Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah yang belum memiliki konektivitas internet yang stabil. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara optimal.
“Ketersediaan jaringan yang stabil dan merata menjadi fondasi utama. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, transformasi digital akan sulit berjalan optimal,” tegasnya.
Selain pembangunan jaringan, Asdy menilai peningkatan literasi digital masyarakat perlu berjalan beriringan. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab dinilai penting agar digitalisasi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses layanan publik, memperoleh informasi, hingga mengembangkan usaha.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan layanan digital hingga ke pelosok Kalimantan Tengah. Upaya tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi perkembangan era digital.
Dengan pemerataan akses teknologi, pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.