SaveInta.com_658989696_18419570509193758_6356805841229073879_n

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam audiensi antara Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, S.E., dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Sunarto, S.K.M., M.Adm.KP., di Ruang Kerja Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (7/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Syahfiri didampingi Sekretaris Bapperida Maulana Akbar, S.Sos., M.A.P., serta Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Dr. Chandra Fuji Asmara, S.T., M.Eng. Audiensi membahas persiapan pelaksanaan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting serta Rapat Koordinasi (Rakor) Penurunan Stunting di Kalimantan Tengah.

Pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi antarlembaga, kesiapan pelaksanaan penilaian kinerja, serta penyelarasan langkah strategis guna memastikan program percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif dan terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota.

Dalam kesempatan tersebut, Syahfiri menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen bersama dan koordinasi yang kuat. Setiap program harus saling mendukung agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Syahfiri.

Menurutnya, penilaian kinerja bukan hanya menjadi sarana evaluasi capaian daerah, tetapi juga momentum untuk mengidentifikasi tantangan serta memperkuat strategi dalam pelaksanaan program di masa mendatang.

“Melalui penilaian kinerja dan rapat koordinasi ini, kita ingin memastikan setiap kabupaten dan kota memiliki pemahaman yang sama terhadap target yang ingin dicapai. Evaluasi harus menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan agar upaya percepatan penurunan stunting semakin efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Syahfiri menambahkan, Bapperida akan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra pembangunan untuk mendukung kebijakan yang berbasis data serta selaras dengan arah pembangunan nasional.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat kolaborasi dengan BKKBN dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dapat berlangsung secara terpadu dan berkontribusi terhadap terwujudnya generasi Kalimantan Tengah yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *