NIF_6162

Palangka Raya – Kalimantan Tengah sedang menunjukkan pola yang jarang meleset: ketika pendidikan digenjot, dampaknya langsung terasa ke dapur masyarakat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, tidak berbicara asumsi. Ia membawa angka. Dalam dua tahun terakhir, kemiskinan ekstrem di Kalteng turun dari 0,39 persen (2024) menjadi 0,25 persen (2025). Penurunannya memang kecil di atas kertas, tapi cukup signifikan untuk ukuran indikator ekstrem.

“Ini bukan kebetulan. Ada hubungan langsung antara pendidikan dan kesejahteraan,” ujarnya dalam upacara gabungan Hardiknas, Hari Bumi, dan Hari Otonomi Daerah di halaman Kantor Gubernur Kalteng.

Di saat yang sama, kualitas manusianya ikut naik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalteng menembus 74,86 pada 2025, naik dari 74,28 di tahun sebelumnya. Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik ia mencerminkan perbaikan di sektor pengetahuan, yang jadi jantung pendidikan.

Yang menarik, dorongan ini tidak datang dari satu sisi saja. Pemerintah daerah terlihat cukup agresif: membenahi sekolah, mendorong digitalisasi pembelajaran, sampai memperluas akses lewat beasiswa untuk pelajar SMA dan SMK. Kombinasi ini yang kemudian membentuk efek berantai.

Bagi Fajar, langkah Kalteng bukan lagi tahap coba-coba. Sudah masuk fase pembuktian.

“Kalau konsisten, ini bisa jadi model,” katanya.(red/poto:Hairul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *