WhatsApp Image 2026-08-03 at 20.50.29 (1)

KATINGAN – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengerahkan personel untuk melakukan upaya pemadaman di berbagai titik kebakaran.

Salah satu lokasi penanganan berada di Desa Keruing, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Dalam operasi tersebut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mentaya Hulu Seruyan Hilir turut mengerahkan satu regu perbantuan guna memperkuat tim yang telah berada di lapangan dalam mengendalikan api.

Upaya pemadaman terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk cuaca dan akses menuju titik kebakaran. Petugas berupaya mencegah meluasnya api agar tidak berdampak lebih besar terhadap kawasan hutan maupun lahan di sekitarnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, secara konsisten mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun. Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, mengatakan pihaknya terus mengoordinasikan seluruh jajaran UPT KPH serta tim pemadam untuk mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah.

“Seluruh personel kami tetap siaga dan terus bergerak melakukan pemadaman serta patroli di daerah rawan kebakaran. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, karena pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko karhutla,” ujar Agustan, Senin 3/8/26.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *