20231031_103145

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sengkon, mendorong pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan pengembangan sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sengkon, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam serta lahan yang luas yang dapat menjadi modal utama dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara optimal agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sektor pertanian dan peternakan memiliki peran strategis karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah,” kata Sengkon, belum lama ini.

Ketua DPW Partai Perindo Kalimantan Tengah itu menilai, apabila seluruh potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal, Kalteng tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpeluang menjadi daerah pemasok berbagai komoditas pangan bagi wilayah lain.

“Kalteng memiliki lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah. Jika potensi ini dimanfaatkan secara maksimal, kita bisa mencapai kemandirian pangan bahkan menjadi penyuplai bagi daerah lain,” ujarnya.

Sengkon menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan peternakan perlu diiringi dengan pendampingan yang berkelanjutan kepada para petani dan peternak. Bentuk dukungan tersebut, menurutnya, dapat berupa pelatihan peningkatan kapasitas, bantuan permodalan, hingga kemudahan akses terhadap sarana dan prasarana produksi.

Ia juga mendorong penerapan teknologi pertanian dan peternakan yang lebih modern, efisien, serta ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Petani dan peternak perlu diberi pemahaman tentang teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan begitu, hasil produksi bisa meningkat tanpa merusak alam,” tuturnya.

Selain itu, Sengkon menilai penguatan rantai pasok melalui koperasi maupun unit usaha berbasis desa perlu terus dikembangkan agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah, akses pasar yang lebih luas, serta harga jual yang lebih kompetitif.

“Kita punya semua potensi untuk maju, tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya dengan bijak dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta kelompok tani dan peternak dapat terus diperkuat sehingga sektor pertanian dan peternakan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *