PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, mendorong pemerintah daerah melaksanakan program restocking atau penebaran benih ikan secara rutin di berbagai perairan umum sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu, program restocking merupakan salah satu langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta memastikan ketersediaan sumber daya ikan bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di sektor perikanan.
“Program restocking menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di daerah,” ujar Kamayanti, belum lama ini.
Ia menjelaskan, penebaran benih ikan tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi ikan di sungai, danau, maupun perairan umum lainnya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
“Melalui penambahan populasi ikan di perairan umum, keseimbangan ekosistem dapat tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan,” katanya.
Kamayanti menilai Kalimantan Tengah memiliki potensi perikanan yang besar karena didukung oleh jaringan sungai, danau, serta perairan umum yang luas. Namun, potensi tersebut perlu dijaga dari berbagai ancaman, seperti penangkapan ikan secara berlebihan, kerusakan habitat, hingga dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi kelestarian sumber daya perikanan.
Oleh karena itu, ia mendorong agar program restocking dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya perikanan di daerah. Dengan demikian, populasi ikan dapat tetap terjaga dan aktivitas perikanan masyarakat dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Selain itu, Kamayanti mengingatkan pentingnya penggunaan benih ikan lokal dalam setiap kegiatan penebaran. Menurutnya, spesies lokal memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik terhadap kondisi perairan setempat sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program restocking tidak hanya diukur dari jumlah benih yang ditebar, tetapi juga dari kualitas pengelolaan perairan, upaya pelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan.
“Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat adalah kunci agar restocking tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi memberi dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan warga,” tandasnya.
Kamayanti berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, kelompok nelayan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga program restocking dapat berjalan efektif, menjaga kelestarian ekosistem perairan, meningkatkan hasil tangkapan nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat di Kalimantan Tengah.