IMG-20260826-WA0538

Palangka Raya — Kondisi jalan dan drainase menjadi keluhan utama warga Menteng XII, Kota Palangka Raya, saat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Komisi III, Faridawaty Darland Atjeh, melaksanakan reses perseorangan, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Menteng XII, RT 06/RW 08, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari jalan yang belum diperbaiki, minimnya drainase, penerangan jalan, pengelolaan sampah, hingga persoalan banjir dan akses kendaraan pemadam kebakaran.

Ketua RT 06/RW 08, Dedy Indarto, menjadi salah satu warga yang menyampaikan aspirasi. Ia mengatakan jalan dari Blok H hingga Kampung Rahayu sudah sekitar empat tahun tidak mendapatkan pengaspalan.

“Sudah empat tahun jalan ini belum diaspal. Kami berharap ada peningkatan jalan, terutama dari Blok H sampai Kampung Rahayu,” ujar Dedy.

Menurutnya, persoalan semakin terasa ketika musim hujan. Kawasan Menteng XII termasuk wilayah yang rawan banjir sehingga warga selama ini harus melakukan swadaya untuk menyewa excavator guna membersihkan parit.

Warga berharap pemerintah dapat membangun drainase yang lebih memadai, khususnya di sepanjang Jalan Embang 1 hingga Embang 7 yang dinilai belum memiliki sistem drainase yang cukup.

Persoalan drainase juga berkaitan dengan pembangunan perumahan. Warga mengaku kerap berhadapan dengan developer yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan sistem drainase lingkungan.

Dedy menyebut terdapat pembangunan yang membuat ukuran drainase jauh lebih kecil dibanding kebutuhan lingkungan. Warga berharap proses perizinan pembangunan dapat kembali melibatkan RT agar persoalan lingkungan dapat dibicarakan sejak awal.

Selain jalan dan drainase, penerangan jalan umum (PJU) turut menjadi perhatian. Warga bahkan selama ini melakukan swadaya untuk memasang lampu penerangan. Biaya satu titik penerangan, termasuk tiang dan lampu, disebut mencapai sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.

Aspirasi serupa disampaikan Daru, warga Blok H. Ia meminta peningkatan jalan dan drainase, sekaligus membenahi pengangkutan sampah ke kawasan Griya Sanur yang dinilai belum efektif.

Menurutnya, sampah yang menumpuk menimbulkan bau dan mulai mengganggu kenyamanan masyarakat. Warga juga mengusulkan adanya petugas keamanan pada malam hari karena terdapat akses jalan setapak yang terhubung menuju kawasan G. Obos VI dan Menteng XII.

Dari sektor pelayanan kesehatan, Ninang, ASN RSUD Doris Sylvanus, menyoroti persoalan warga yang membutuhkan layanan kesehatan melalui PBI. Ia menyampaikan masih ada warga yang diminta surat keterangan tidak mampu dari RT, sementara RT terkadang kesulitan menerbitkannya karena warga bersangkutan belum tercatat dalam data warga miskin.

Sementara itu, Leo, warga Rahayu II, menyampaikan sejumlah persoalan lain, mulai dari perbaikan jalan, drainase, PJU, antrean BBM hingga kondisi kelistrikan.

Warga perempuan juga meminta perhatian terhadap program pemberdayaan ekonomi. Ketua RT 06/RW 08 mengusulkan pelatihan keterampilan seperti menganyam, membuat bakul adat, membuat gelang, menjahit serta pelatihan kerajinan dan UMKM.

Masyarakat juga berharap program bantuan sosial maupun sembako murah dapat menjangkau warga Menteng XII, khususnya RT 06/RW 08.

Pondan, warga Jalan Embang 1, mengatakan masyarakat RT 06 selama ini cukup aktif dalam kegiatan gotong royong dan sosial. Karena itu, ia berharap kekompakan warga dapat didukung dengan fasilitas lingkungan yang lebih baik.

“RT 06 ini sangat kompak dalam gotong royong dan kegiatan sosial. Kami berharap fasilitas jalan dan drainase juga mendapat perhatian,” ujarnya.

Keluhan mengenai banjir kembali disampaikan Sukiyatno, warga Jalan Tilung. Ia mengatakan kawasan Menteng XII hingga Menteng XXII kerap mengalami banjir ketika musim hujan sehingga pembangunan drainase menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara Rendy Pratama menyoroti pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi SiDoi/Dukcapil. Ia mempertanyakan antrean pelayanan yang menurutnya masih dapat berlangsung lebih dari satu minggu.

Selain itu, Rendy mengingatkan kondisi jalan di sejumlah kawasan G. Obos yang kerap mengalami kebakaran saat musim kemarau. Menurutnya, akses jalan yang kurang baik dapat menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran masuk menuju lokasi kejadian.

Berbagai persoalan tersebut menjadi catatan dalam reses Faridawaty Darland Atjeh. Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait sehingga persoalan infrastruktur dan pelayanan masyarakat di Menteng XII tidak hanya menjadi pembahasan saat reses, tetapi berujung pada langkah nyata di lapangan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *