07082026115223_0

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Gerakan Pemuda (GP) Ansor dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Kalimantan Tengah Masa Khidmat 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Dialog Publik GP Ansor se-Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor yang telah dilantik. Semoga amanah yang diemban menjadi ladang ibadah dan dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta dedikasi demi kemaslahatan umat, bangsa, dan daerah,” ujarnya.

Gubernur menilai tema seminar bertajuk “Ansor Masa Depan: Peluang dan Tantangan Ekonomi Rantai Pasok di Kalimantan Tengah” selaras dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan rantai pasok menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal, menarik investasi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan untuk mendukung percepatan pembangunan Kalimantan Tengah.

Selain itu, Agustiar Sabran menilai GP Ansor memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dinilai konsisten mengembangkan kader yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam melahirkan kader yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“GP Ansor memiliki posisi strategis dalam memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah. Organisasi akan semakin besar apabila mampu melahirkan kader yang berintegritas, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan peduli terhadap persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta pemberdayaan umat,” kata Agustiar.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju.

Ia berharap kepengurusan baru GP Ansor dapat menjalankan organisasi secara profesional, aktif mengabdi kepada masyarakat, serta terus menjadi perekat persatuan dengan menjunjung tinggi falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap penguatan organisasi. Ia menegaskan GP Ansor siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Arjoni, GP Ansor Kalimantan Tengah saat ini memiliki sekitar 6.000 kader yang telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Anggota (SIAP). Jumlah tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa, sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Ia juga mengungkapkan bahwa GP Ansor tengah mengembangkan sejumlah unit usaha di sektor pertanian, peternakan, dan ekonomi berbasis gotong royong sebagai langkah membangun kemandirian organisasi. Program tersebut, menurutnya, mendapat dukungan dari pemerintah, termasuk melalui bantuan alat pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kader dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor H. Addin Jauharudin, Ketua PWNU Kalimantan Tengah H. M. Wahyudie F. Dirun, para kepala perangkat daerah, bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta jajaran Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor Provinsi Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *