Hasan-Busyairi-2549115706

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai penguatan edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan dalam menyikapi berbagai isu sosial, termasuk pembahasan mengenai lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer/questioning (LGBTQ) yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.

Menurut Hasan, peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai sosial, budaya, serta pendidikan karakter perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menyikapi berbagai informasi dan perbedaan pandangan secara bijaksana.

“Menurut saya, langkah yang lebih efektif adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku dapat terus terjaga,” ujar Hasan, Sabtu (11/7/2026).

Ia menyampaikan, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat agar mampu menyaring informasi yang diterima dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi.

“Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, edukasi harus terus ditingkatkan,” katanya.

Hasan menilai pembinaan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, lingkungan sosial, hingga pemerintah daerah memiliki peran dalam membangun karakter generasi muda.

“Pembinaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga berpandangan bahwa penguatan pendidikan karakter dan pembinaan yang berkesinambungan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial di masyarakat.

“Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter serta pembinaan yang konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ucapnya.

Selain itu, Hasan mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, dialog yang sehat diperlukan agar masyarakat dapat memahami suatu persoalan secara proporsional dan tidak memicu kesalahpahaman.

“Komunikasi yang terbuka dan bijak perlu terus dibangun agar masyarakat dapat memahami persoalan ini secara proporsional tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun stigma yang berlebihan,” tuturnya.

Hasan menambahkan, DPRD Kota Palangka Raya bersama pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai program edukasi dan pembinaan yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Kami di DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai program edukasi yang bertujuan memperkuat ketahanan sosial dan menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *