IMG_9702

PALANGKA RAYA – Tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2026. Data Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, jumlah pengunjung pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 11.762 orang.

Angka tersebut meningkat 178,65 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat 4.221 kunjungan. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator bertambahnya pemanfaatan layanan perpustakaan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Dispursip Kalteng menilai peningkatan kunjungan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pelaksanaan program literasi yang melibatkan berbagai lembaga dan komunitas, promosi layanan melalui media sosial, penyelenggaraan kegiatan edukatif, serta peningkatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.

“Kenaikan angka kunjungan ini menjadi indikator yang baik bahwa kehadiran perpustakaan semakin relevan dan diterima oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat atau working space yang nyaman, edukatif, dan memberdayakan,” ujarnya.

Menurut Adiah, penguatan ekosistem literasi daerah akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas literasi, sekolah, dan perguruan tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain menyediakan koleksi bacaan, Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah juga menjadi ruang bagi berbagai aktivitas edukatif dan pengembangan kapasitas masyarakat. Melalui berbagai layanan yang tersedia, perpustakaan diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendukung kebutuhan belajar, pengembangan diri, hingga rekreasi berbasis literasi bagi masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *