Gemini_Generated_Image_i2uxp3i2uxp3i2ux

PALANGKA RAYA – Antusiasme masyarakat menyambut gelaran Piala Dunia FIFA 2026 mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah. Namun, di tengah tingginya euforia kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian yang melanggar hukum.

Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 48 negara peserta. Momentum empat tahunan ini diperkirakan akan memicu berbagai kegiatan nonton bareng dan dukungan terhadap tim-tim favorit di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Tengah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, menegaskan bahwa pihaknya mendukung masyarakat menikmati setiap pertandingan sebagai sarana hiburan dan mempererat kebersamaan, selama dilakukan secara positif dan tetap mematuhi ketentuan hukum.

“Polda Kalteng tentunya mendukung setiap kebijakan Kapolri untuk memberantas perjudian, khususnya di kegiatan bola gembira Piala Dunia 2026. Masyarakat dipersilakan menikmati pertandingan sebagai hiburan, namun jangan sampai momentum ini dimanfaatkan untuk praktik perjudian dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Menurut Budi, taruhan pertandingan sepak bola, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui platform digital, merupakan tindak pidana yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak sosial dan gangguan keamanan di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepolisian akan meningkatkan pengawasan selama berlangsungnya Piala Dunia, termasuk menindak segala bentuk penyakit masyarakat seperti perjudian dan penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Segala bentuk gangguan kamtibmas khususnya yang menjadi penyakit masyarakat seperti perjudian, narkoba dan sebagainya, akan kami tindak tegas demi menjaga situasi Kalimantan Tengah tetap aman dan kondusif, termasuk saat kegiatan nonton bareng Piala Dunia berlangsung,” katanya.

Polda Kalteng juga mengajak masyarakat menjadi penonton yang cerdas dengan menjadikan sepak bola sebagai hiburan dan ajang mempererat persaudaraan, bukan sebagai sarana mencari keuntungan melalui taruhan ilegal.

Selain itu, Budi mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak dan anggota keluarga. Menurutnya, banyak situs maupun aplikasi perjudian online memanfaatkan momentum pertandingan olahraga internasional untuk menarik pengguna baru melalui berbagai promosi yang menyesatkan.

Kepolisian berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026. Dengan demikian, kemeriahan pesta sepak bola dunia dapat dinikmati sebagai ajang hiburan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas tanpa diwarnai aktivitas yang bertentangan dengan hukum.

Polda Kalimantan Tengah menegaskan akan menindak setiap bentuk perjudian yang ditemukan, baik secara konvensional maupun melalui jaringan online, sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *