Tak Sekadar Buka Puasa, Dinsos Kalteng Berbagi Tali Asih untuk Yatim, Lansia dan Disabilitas

PALANGKA RAYA – Suasana berbeda terasa di Aula Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (6/3/2026). Buka puasa bersama yang digelar jajaran Dinsos Kalteng tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga diisi dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial Kalteng Eddy Karusman bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinsos Kalteng, Eridani Eddy Karusman, serta jajaran pegawai dan tamu undangan mengikuti kegiatan tersebut dalam suasana penuh keakraban.

Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada anak yatim piatu, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Bantuan berupa tali asih dan paket sembako diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Eddy Karusman mengatakan, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan berbagi dengan sesama.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dari tugas Dinas Sosial. Anak yatim, lansia maupun penyandang disabilitas membutuhkan dukungan agar mereka tetap mendapat perhatian dan ruang dalam kehidupan sosial.

Tak hanya menyasar masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kekompakan internal. Kebersamaan antara pimpinan dan pegawai diharapkan ikut membangun suasana kerja yang lebih solid dan harmonis.

“Silaturahmi yang kuat akan berdampak positif terhadap semangat kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Eddy.

Menjelang waktu berbuka, suasana aula semakin hangat. Para peserta mengikuti doa bersama sebelum menikmati hidangan berbuka puasa.

Bagi Dinsos Kalteng, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan sosial tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Kepedulian juga dapat diwujudkan melalui perhatian sederhana, berbagi, dan hadir bersama masyarakat yang membutuhkan.

Semangat itu diharapkan tidak berhenti selama Ramadan, tetapi terus menjadi bagian dari budaya pelayanan sosial di Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *