PULANG PISAU – Ketua DPD TBBR Kabupaten Pulang Pisau, Nikco, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Tengah.
Dukungan tersebut mencakup sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan bersama, mulai dari pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pencegahan paham radikal dan intoleransi, hingga potensi konflik sosial serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Nikco menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani aparat penegak hukum. Peran masyarakat dan organisasi kemasyarakatan juga dibutuhkan untuk membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya dapat merambah berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Kami mendukung Polri dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba dan menjaga situasi keamanan di Kalimantan Tengah. Ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Nikco.
Selain narkoba, Nikco juga menyoroti pentingnya menjaga masyarakat dari gesekan yang dapat memicu konflik sosial. Perbedaan latar belakang, pandangan maupun kepentingan, menurutnya, tidak seharusnya berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kerukunan masyarakat.
Ia berharap komunikasi antara aparat, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
“Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Komunikasi dan kebersamaan harus terus dijaga,” katanya.
Isu karhutla turut menjadi perhatian. Kondisi musim kemarau membuat ancaman kebakaran lahan kembali meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Nikco mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Bagi TBBR Kabupaten Pulang Pisau, dukungan terhadap Polri bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sebelum menimbulkan dampak lebih luas.
Nikco berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat dan warga dapat terus berjalan. Dengan keterlibatan banyak pihak, upaya menjaga keamanan sekaligus mencegah narkoba, konflik sosial, intoleransi, radikalisme dan karhutla dinilai dapat dilakukan lebih efektif.