images (19)

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan, mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan kader Posyandu melalui pemberian insentif yang lebih layak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Tomy mengatakan, persoalan kesejahteraan kader Posyandu menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

“Banyak aspirasi yang kami terima, tapi yang paling sering muncul adalah soal kader Posyandu. Mereka bekerja keras membantu masyarakat, namun insentif yang diterima sangat kecil,” ujarnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng itu menjelaskan, kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, hingga pendampingan bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Meski memiliki tanggung jawab yang besar, menurutnya, kesejahteraan kader Posyandu hingga kini masih perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Karena itu, Tomy mendorong adanya kebijakan yang dapat memperkuat dukungan terhadap kader Posyandu, baik melalui peningkatan insentif maupun bentuk apresiasi lainnya.

“Kami akan mendorong Dinas Kesehatan Provinsi untuk mempertimbangkan subsidi atau dukungan tambahan bagi kader Posyandu di kelurahan. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Bupati Kapuas dan mendapat tanggapan yang positif,” katanya.

Menurut Tomy, peningkatan kesejahteraan kader Posyandu tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia menilai keberadaan kader Posyandu memiliki kontribusi besar dalam mendukung berbagai program kesehatan pemerintah, terutama upaya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Para kader ini bekerja bukan untuk mencari keuntungan, tetapi karena kepedulian terhadap masyarakat. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan insentif yang layak. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi kader Posyandu yang dibayar rendah. Mereka adalah ujung tombak kesehatan masyarakat yang patut mendapat penghargaan dari pemerintah,” tegasnya.

Tomy berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dapat bersinergi dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kader Posyandu, sehingga pelayanan kesehatan dasar di Kalimantan Tengah semakin optimal dan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *