UPR Gandeng BOSF Perkuat Konservasi Orangutan, Sherina Munaf Hadir Beri Semangat

PALANGKA RAYA – Upaya memperkuat pelestarian orangutan dan ekosistemnya mendapat langkah baru melalui kerja sama antara Universitas Palangka Raya (UPR) dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo atau Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UPR dan BOSF di Palangka Raya, Rabu (2/9/2026). Kesepakatan ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan konservasi orangutan dan ekosistemnya.

Tidak berhenti pada penandatanganan MoU, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BOSF dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kerja sama ke dalam kegiatan yang lebih konkret di lingkungan akademik.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng., hadir bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si., serta jajaran dekan di lingkungan UPR.

Sementara dari BOSF, hadir CEO BOSF Dr. Ir. Jamartin Sihite, M.Sc., bersama jajaran yayasan.

Perhatian dalam kegiatan tersebut juga tertuju pada kehadiran aktris sekaligus aktivis lingkungan Sherina Munaf. Ia dikenal aktif menyuarakan isu perlindungan satwa dan pelestarian orangutan di Kalimantan.

Kehadiran Sherina memberikan warna tersendiri dalam agenda kerja sama tersebut. Isu konservasi yang selama ini banyak dibicarakan melalui kampanye publik bertemu dengan lingkungan akademik dan kerja-kerja konservasi di lapangan.

Melalui kolaborasi UPR dan BOSF, ruang kerja sama terbuka lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset ilmiah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan konservasi orangutan dan habitatnya.

Kerja sama ini juga menempatkan kampus tidak hanya sebagai ruang pendidikan, tetapi sebagai bagian dari upaya memperkuat pengetahuan dan praktik konservasi di Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *