img-20251112-wa0052

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.

Menurut Junaidi, kondisi cuaca yang semakin kering membuat risiko penyebaran api semakin tinggi. Karena itu, langkah cepat dalam menangani setiap titik api dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Kami meminta pemerintah dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Jangan menunggu api membesar baru bertindak, karena kerugian yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dan sulit dikendalikan,” ujar Junaidi, Senin (27/7/26).

Ia mengatakan, memasuki periode rawan karhutla, seluruh instansi terkait perlu meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, hingga pemerintah desa harus bergerak secara terpadu agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Junaidi menilai penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman ketika api telah menjalar ke kawasan hutan maupun lahan gambut. Selain membutuhkan sumber daya yang lebih besar, keterlambatan penanganan juga berpotensi memicu kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga transportasi.

“Cuaca yang cenderung kering membuat api sangat mudah menyebar. Karena itu, kewaspadaan semua pihak harus ditingkatkan. Begitu ada titik api, penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar tidak meluas,” katanya.

Selain memperkuat upaya pemadaman, Junaidi juga mendorong peningkatan pengawasan di kawasan yang rawan terjadi karhutla. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku pembukaan lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten penting untuk memberikan efek jera sekaligus menekan angka kebakaran hutan dan lahan yang masih berulang setiap tahun di Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat pemerintah. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan semakin meningkat, termasuk dengan tidak membuka lahan menggunakan api.

“Langkah preventif melalui sosialisasi harus terus digencarkan. Masyarakat perlu diajak bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tuturnya.

Junaidi berharap seluruh unsur pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla tahun ini. Dengan koordinasi yang baik, kesiapan personel, serta partisipasi aktif masyarakat, ia optimistis risiko kebakaran dapat ditekan sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat dapat diminimalkan.

“Diharapkan dengan langkah yang terpadu, karhutla dapat segera diredam sehingga kerugian lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat dapat diminimalisir semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *