PALANGKA RAYA – Sebanyak 2.565 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah mendapat bantuan biaya kuliah melalui Program Kuliah Gratis/Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang tahap pertama. Total anggaran yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencapai sekitar Rp11 miliar.
Bantuan tersebut digunakan untuk pembayaran UKT/SPP mahasiswa penerima, termasuk kewajiban atau tunggakan biaya kuliah yang harus diselesaikan sesuai ketentuan program.
Berbeda dengan bantuan yang ditransfer langsung kepada mahasiswa, dana program ini disalurkan ke rekening perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya, pihak kampus melakukan pelunasan UKT/SPP mahasiswa berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan peruntukannya.
“Bantuan ini tidak ditransfer ke rekening pribadi mahasiswa. Dana disalurkan langsung ke perguruan tinggi, kemudian perguruan tinggi yang melakukan pelunasan UKT atau SPP mahasiswa penerima,” ujar Reza, Selasa (8/9/2026).
Menurut Reza, sebelum bantuan disalurkan, data mahasiswa melalui proses verifikasi dua tahap. Verifikasi pertama dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi, kemudian data tersebut diperiksa kembali oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Data mahasiswa penerima diverifikasi terlebih dahulu oleh perguruan tinggi, kemudian dilakukan verifikasi oleh dinas. Jadi ada dua tahap verifikasi,” jelasnya.
Besaran bantuan yang diterima masing-masing mahasiswa tidak sama karena menyesuaikan nominal UKT atau SPP pada perguruan tinggi masing-masing. Bantuan diberikan untuk kebutuhan biaya kuliah selama satu tahun atau dua semester sesuai ketentuan program.
Dengan mekanisme tersebut, mahasiswa penerima tidak perlu menerima dana secara langsung. Setelah anggaran masuk ke rekening perguruan tinggi, proses pembayaran UKT/SPP dilakukan oleh pihak kampus berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan.
Reza menyebut program tersebut tetap dijalankan di tengah penyesuaian kemampuan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi anggaran. Sasaran program mencakup mahasiswa yang memenuhi persyaratan, termasuk mahasiswa yang mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban biaya kuliah.
Pada tahap pertama ini, bantuan mencakup 2.565 mahasiswa yang tersebar di 25 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah dengan total anggaran sekitar Rp11 miliar.