PULANG PISAU – Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Di tengah kondisi cuaca panas, asap pekat, dan medan yang berat, para personel tetap menjalankan tugas pemadaman secara intensif guna mencegah meluasnya kebakaran.
Dalam upaya memaksimalkan penanganan karhutla, personel yang bertugas di lapangan juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh tim kesehatan dari petugas kesehatan Betang Pambelum. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para petugas tetap prima sehingga mampu menjalankan tugas secara optimal dan mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap maupun kelelahan selama operasi pemadaman.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Agustan Saining, mengatakan bahwa kesehatan personel merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan karhutla. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kesiapan petugas yang bekerja di garis depan.
“Petugas di lapangan bekerja dalam kondisi yang cukup berat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk memastikan mereka tetap sehat, aman, dan mampu melaksanakan tugas pemadaman secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan imbauan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
“Mari kita bersama menjaga hutan dan lahan Kalimantan Tengah. Jangan melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun karena dampaknya sangat merugikan lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat. Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghindari terjadinya bencana karhutla,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk personel pemadam, peralatan, serta dukungan layanan kesehatan, guna memperkuat upaya pengendalian karhutla selama musim kemarau dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.(Red)