PALANGKA RAYA – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.
Menurut Faridawaty, perempuan memiliki potensi, kemampuan, dan kapasitas yang besar untuk berkontribusi di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hingga politik. Karena itu, kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan harus terus diperluas.
“Perempuan memiliki kapasitas, kemampuan, dan semangat yang tidak kalah dengan laki-laki. Karena itu, mereka harus memperoleh ruang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui dunia pendidikan, usaha, pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, maupun berbagai sektor lainnya,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng itu menilai pembangunan tidak akan berjalan secara optimal apabila hanya mengandalkan satu kelompok masyarakat. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan akan memperkaya perspektif sekaligus menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Partisipasi perempuan akan memperkaya perspektif dalam setiap proses pembangunan sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih inklusif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kalteng yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas tersebut menjelaskan, semakin besar keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor, semakin terbuka pula peluang lahirnya inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.
Ia menilai perempuan memiliki pengalaman, kepedulian, serta sudut pandang yang dapat memberikan kontribusi positif dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan program pembangunan.
“Perempuan memiliki pengalaman, kepedulian, dan sudut pandang yang sangat berharga. Ketika mereka diberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, maka akan lahir banyak ide kreatif, inovasi, dan solusi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, kita harus terus menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkarya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Faridawaty mengajak perempuan di Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pelatihan, serta pengembangan keterampilan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak langsung terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.
“Perempuan jangan pernah merasa bahwa perannya terbatas. Justru dengan kemampuan, dedikasi, dan kepedulian yang dimiliki, perempuan mampu menjadi penggerak perubahan di berbagai bidang. Saya mengajak seluruh perempuan Kalimantan Tengah untuk terus percaya diri, meningkatkan kompetensi, serta aktif berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Faridawaty berharap kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi, sehingga pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.