PALANGKA RAYA – Potensi sumber daya alam dan kekayaan lokal tidak cukup hanya menjadi objek penelitian. Di tangan akademisi dan peneliti, potensi tersebut diharapkan dapat diolah menjadi gagasan, inovasi, bahkan solusi yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
Gagasan itu menjadi salah satu benang merah dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-8 Tahun 2026 yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Kolaborasi Inovasi Sains dan Teknologi Berbasis Sumber Daya Alam dan Potensi Lokal untuk Transformasi Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, seminar berlangsung secara hybrid dari Aula Rahan Rektorat UPR dan Ruang Kuliah FMIPA.
Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, profesional hingga praktisi dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 115 peserta tercatat mengikuti kegiatan, terdiri dari 105 pemakalah dan 10 peserta nonpemakalah.
Menariknya, partisipasi seminar tidak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 104 peserta berasal dari 14 provinsi dan 21 institusi di Indonesia, sementara 11 peserta lainnya berasal dari Malaysia.
Ketua Panitia Pelaksana, Reny Rosalina, Ph.D., menyebut panitia menerima 105 abstrak. Dari jumlah tersebut, 72 abstrak dipersiapkan untuk sesi presentasi dan 33 lainnya dalam bentuk full paper.
Kehadiran peserta dengan latar belakang yang beragam membuat forum ini tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara dunia akademik dan kebutuhan di lapangan.
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Dr. Nataliana Asi, M.A., yang mewakili Rektor UPR.
Dalam sambutannya, Nataliana mengapresiasi konsistensi FMIPA UPR menyelenggarakan seminar nasional tersebut hingga memasuki penyelenggaraan ke-8.
Ia berharap penelitian dan gagasan yang muncul dari forum tersebut tidak berhenti pada ruang seminar, tetapi dapat dikembangkan menjadi kolaborasi maupun solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah rangkaian kegiatan, Rektor UPR periode 2026–2030, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., juga menyempatkan hadir. Di tengah agenda yang padat, Bhayu berdialog dengan pimpinan FMIPA, panitia, serta peserta seminar sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ilmiah tersebut.
Pakar dari Tiga Negara
Seminar kali ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai bidang dan institusi.
Pada sesi keynote speaker, hadir Aep Patah, Ph.D., Dekan FMIPA Institut Teknologi Bandung bidang Kimia; Dr. Adventus Panda, S.Si., M.Si. dari Program Studi Biologi FMIPA UPR; Assoc. Prof. Ir. Ts. Dr. Nur Hasimah Alias dari Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Malaysia; serta Arivian Rahmadian Wimulya, Officer Management Development PT Asmin Bara Bronang.
Sementara sesi invited speaker menghadirkan Dr. David Nugroho dari Khon Kaen University, Thailand; Dr. Indra Memdi Khoris dari Chungnam National University, Korea Selatan; Dr. apt. Mohammad Rizki Fadhil Pratama, S.Farm., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya; serta Retno Agnestia, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Program Studi Kimia FMIPA UPR.
Komposisi pembicara tersebut membuat diskusi tidak hanya bergerak pada aspek teori, tetapi juga menyentuh peluang penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan sumber daya alam, farmasi, kimia, biologi hingga kebutuhan industri.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada Turangga Resources, yang menaungi PT Asmin Bara Bronang, PT Suprabari Mapanindo Mineral dan PT Telen Orbit Prima. Dukungan sebagai sponsor utama disebut telah diberikan secara konsisten sejak 2018.
Rangkaian seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, presentasi makalah dan diskusi ilmiah.
Bagi FMIPA UPR, penyelenggaraan tahun ke-8 ini menjadi ruang untuk mempertemukan riset, potensi lokal, kebutuhan industri dan jejaring internasional dalam satu forum. Harapannya, gagasan yang lahir dari pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai materi seminar, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama dan inovasi yang memiliki dampak nyata.