PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Developer Property Indonesia (DEPRINDO) Kalimantan Tengah menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak yang cukup luas terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor usaha, UMKM, dan industri properti.
Menurutnya, pasokan listrik merupakan infrastruktur dasar yang memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi. Gangguan pasokan listrik tidak hanya memengaruhi aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghambat operasional berbagai sektor usaha yang menjadi penggerak perekonomian daerah.
Bagi pelaku usaha properti, pemadaman listrik dinilai dapat menghambat proses pembangunan proyek, mengganggu operasional kantor pemasaran, memperlambat pelayanan kepada konsumen, hingga menurunkan produktivitas mitra usaha seperti kontraktor, pemasok material bangunan, toko bangunan, serta berbagai pelaku usaha lainnya yang berada dalam rantai pasok pembangunan.
Selain itu, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi kelompok yang paling merasakan dampak gangguan listrik. Banyak pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan proses produksi, menyimpan bahan baku, melayani pelanggan, hingga melakukan transaksi secara digital. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan omzet dan pendapatan pelaku usaha.
Meski demikian, Ketua DPW DEPRINDO Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia meyakini PT PLN (Persero) tengah berupaya maksimal melakukan pemulihan sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
DEPRINDO juga berharap proses percepatan pemulihan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja. Selain itu, PLN diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat melalui penyampaian perkembangan penanganan gangguan secara berkala, termasuk penyebab terjadinya pemadaman, estimasi waktu pemulihan, serta wilayah yang terdampak.
“Informasi yang jelas dan akurat sangat dibutuhkan masyarakat maupun pelaku usaha sebagai dasar dalam menyusun langkah antisipasi sehingga dampak ekonomi akibat gangguan listrik dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya melalui aplikasi pesan singkat.
Ke depan, DEPRINDO Kalimantan Tengah juga mendorong adanya penguatan keandalan sistem kelistrikan melalui peningkatan infrastruktur, penyediaan sistem cadangan yang memadai, serta berbagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi secara berulang.
Menurutnya, keandalan pasokan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah.
Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku usaha properti, DPW DEPRINDO Kalimantan Tengah menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terciptanya ekosistem investasi yang kondusif.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat, DEPRINDO optimistis pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Organisasi tersebut juga berharap proses pemulihan listrik dapat segera tuntas sehingga seluruh aktivitas masyarakat kembali berlangsung normal.(red)