SaveInta.com_762864499_18570686710071021_4754555066069793237_n

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang semakin kompleks. Meski situasi internasional dinilai sedang berada dalam kondisi rawan, Presiden menegaskan masyarakat tidak perlu menyikapinya dengan kepanikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/26).

Dalam arahannya, Presiden mengatakan Indonesia harus menghadapi perkembangan global dengan sikap bijaksana, mengedepankan kearifan dalam bertindak, berbicara, dan mengambil keputusan. Menurutnya, sebagai negara besar yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan yang muncul di tingkat internasional.

“Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan, tapi juga membuat kita harus lebih sadar,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan. Ia mengingatkan bahwa sejak masa lampau, komoditas Nusantara seperti rempah-rempah dan kayu telah menjadi daya tarik bagi berbagai bangsa karena memiliki nilai strategis bagi perdagangan dan pelayaran dunia.

Menurut Presiden, sejarah menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap rempah-rempah untuk mengawetkan bahan makanan selama pelayaran serta kayu berkualitas untuk pembuatan kapal menjadikan Nusantara sebagai kawasan yang diperebutkan berbagai kekuatan dunia.

Selain itu, Presiden menilai negara atau kawasan yang memiliki sumber daya alam melimpah kerap menghadapi tekanan geopolitik. Sebagai contoh, ia menyinggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang, menurut pandangannya, berkaitan dengan besarnya cadangan energi dan mineral strategis di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya memahami strategi divide et impera atau politik adu domba yang pernah digunakan dalam sejarah. Menurutnya, strategi tersebut masih relevan sebagai bentuk ancaman yang perlu diwaspadai dalam dinamika geopolitik saat ini.

Presiden mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk kalangan dunia usaha, untuk memperkuat persatuan, menjaga stabilitas nasional, serta menghadapi perkembangan global dengan kewaspadaan dan kebijaksanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *