SaveInta.com_762864566_18570686701071021_1895649608447846907_n

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi perekonomian nasional, pelaksanaan program prioritas pemerintah, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah. Menurut Presiden, pertemuan dengan Kadin memiliki peran strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” kata Presiden.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan komitmen dunia usaha untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Anindya mengatakan pelaku usaha telah mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global dengan mengedepankan optimisme serta solusi melalui kerja sama bersama pemerintah. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor usaha menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Kadin juga melaporkan pelaksanaan sejumlah program prioritas yang mendukung agenda pemerintah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.

Anindya menjelaskan, Kadin telah berkontribusi pada pembangunan 866 dapur MBG, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, organisasi tersebut tengah menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi sekitar 208 ribu pekerja migran Indonesia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

Di bidang diplomasi ekonomi, Kadin memperkenalkan Kadin Global Engagement Office yang bertujuan mengoptimalkan peluang perdagangan, investasi, dan industrialisasi melalui kerja sama dengan mitra internasional maupun pelaku usaha di daerah.

Kadin juga meluncurkan inisiatif We Buy From Indonesia, sebuah platform yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah masuk dalam rantai pasok global. Platform tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.

Menutup laporannya, Anindya menyatakan dunia usaha siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional dan membantu Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Pertemuan antara Presiden dan jajaran Kadin tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *