WhatsApp Image 2026-07-15 at 11.24.17

PULANG PISAU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (DALKARHUTLA) bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (14/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan yang meningkatkan potensi kebakaran.

Tim gabungan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api. Upaya yang dilakukan meliputi penyekatan area kebakaran, pembasahan lahan, hingga pendinginan guna memastikan api tidak merambat ke kawasan hutan maupun lahan di sekitarnya.

Tidak hanya fokus pada proses pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan secara intensif di lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang masih aktif. Pengawasan lanjutan dinilai penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi faktor utama dalam menekan dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Setiap titik api harus ditangani secepat mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Kecepatan respons di lapangan merupakan kunci utama dalam melindungi hutan, lahan, dan masyarakat dari dampak Karhutla,” ujarnya.

Menurut Agustan, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama pada musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk melindungi hutan Kalimantan Tengah. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui patroli rutin, pemantauan titik panas, serta koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko Karhutla sekaligus menjaga kelestarian hutan dan kualitas lingkungan di Bumi Tambun Bungai.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *