PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengingatkan para atlet pelajar yang meraih gelar juara pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan di tingkat provinsi menjadi langkah awal sebelum menghadapi persaingan yang lebih kompetitif pada ajang nasional.
Pesan tersebut disampaikan Reza usai penutupan O2SN 2026 di Sylva Mini Soccer, Palangka Raya, Jumat (17/7/2026). Ia menilai kualitas atlet pelajar Kalimantan Tengah terus mengalami perkembangan, namun peningkatan kemampuan tetap diperlukan agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi.
“Anak-anak sudah menunjukkan permainan yang baik, tetapi mereka masih membutuhkan waktu untuk terus meningkatkan kualitas. Persaingan di tingkat nasional tentu lebih berat, sehingga mereka harus lebih giat berlatih dan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih,” ujarnya.
Reza menjelaskan seluruh peserta yang tampil di tingkat provinsi merupakan atlet hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Proses tersebut, menurutnya, memastikan atlet yang terpilih merupakan pelajar terbaik di cabang olahraga masing-masing.
Karena itu, para juara diminta menjaga konsistensi latihan, meningkatkan disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan agar mampu mengharumkan nama Kalimantan Tengah pada O2SN Tingkat Nasional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjut Reza, akan memberikan dukungan kepada atlet yang lolos ke tingkat nasional sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitasi keberangkatan, tetapi juga pembinaan dan pelatihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam mendukung atlet pelajar yang akan mewakili daerah pada ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut.
Pada O2SN Tahun 2026, sebanyak tujuh cabang olahraga dipertandingkan, yakni renang, atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, senam, dan catur. Selain itu, panitia juga menghadirkan cabang olahraga tradisional sebagai eksibisi, seperti balogo dan manyipet (sumpitan), sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurut Reza, olahraga tradisional memiliki nilai penting karena tidak hanya membangun kemampuan fisik peserta didik, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
Ia menambahkan, pembinaan atlet akan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas pelatih dan wasit agar proses pengembangan prestasi olahraga pelajar di Kalimantan Tengah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Reza mengajak seluruh pelajar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif melalui belajar, berlatih, dan membangun karakter. Menurutnya, generasi muda yang berprestasi akan menjadi salah satu modal penting dalam mendukung kemajuan Kalimantan Tengah di masa mendatang.